Top Ad unit 728 × 90

Cara Membuat Video Tutorial 720x90

Prospek Ekspor Bisnis Belut Dan Sidat Semakin Menarik

Meski tergolong mahal, harga sepertinya tidak ada artinya bagi warga ekspatriat yang tinggal di Indonesia, apalagi orang-orang Jepang dan Korea. Bahkan di Jepang, sidat menjadi menu favorit yang disajikan dengan berbagai olahan seperti Kaboyaki, Pilet, Sidat Asap, hingga nuget. Sidat memiliki kandungan vitamin A 45 kali lebih tinggi dari susu sapi. Begitu juga dengan DHA sidat mencapai 1373 mg/100 gram, sementara ikan salmon saja hanya 748 mg/100 gram, serta dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Di Indonesia sidat juga bisa ditemukan di supermarket kelas menengah atas dengan harga Rp.86 ribu (sekitar 25-40 gram). Selain itu banyak juga restoran Jepang dan Korea yang banyak menyajikan sidat.

Jenis ikan sidat yakni Anguilla marmorata merupakan pasar favorit di China, Hongkong dan Taiwan. Sementara,jenis Anguilla Bicolor menjadi primadona di pasar ikan sidat di Jepang dan Korea Selatan. Total kebutuhan dunia atas ikan sidat saat ini melebihi 400 ribu ton/tahun.

"Kita berkepentingan memacu produktifitas ikan sidat. Ini, untuk mendiversifikasikan jenis ikan tidak hanya melulu pada udang dan tuna. Secara bertahap,ikan sidat yang kita ekspor dirubah dalam bentuk semi olahan. Tidak lagi benih,"

Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp

Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp.

Kabar baiknya lagi, petani sidat juga masih sedikit, padahal persediaan bibit tidak terbatas di sepesisir laut Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, pemerintah juga telah melarang ekspor bibit sidat keluar negeri yang tertuang dalam PerMen 18/2009.

Namun sayang, saat ini banyak pondok-pondok yang didirikan warga Jepang dan Korea di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat yang berfungsi ganda sebagai tempat penampungan bibit dari masyarakat sekitar untuk dibesarkan di kolam pembesaran milik asing dan dibuat berbagai macam produk olahan sidat yang kemudian di ekspor ke negaranya masing-masing.


Yang tertarik untuk Bisnis Ekspor Belut dan Ikan Sidat, Pelajari dulu seluk beluk Bisnis Ekspor, dapatkan Panduan dan Strateginya, klik link dibawah ini :


Dan untuk mencari Supplier dan Produsen Komoditi Ekspor, klik link di bawah ini :


Semoga bermanfaat.. :) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Prospek Ekspor Bisnis Belut Dan Sidat Semakin Menarik"

Post a Comment